Selain itu, ada salah satu cara khusus masyarakat hindu di bali dalam merayakan hari ngerupuk ini, yaitu dengan membuat ogoh-ogoh. apa itu ogoh-ogoh? banyak referensi yang telah membahas ini, singkat nya, karya patung besaar yang merepresentasikan si buta kala bali itu sendiri. penampakannya seperti dibawah ini.
mungkin seperti dibawah ini
ogoh-ogoh merupakan representasi buta kala, kadang-kadang bentuk ogoh-ogoh mereka diambil dari cerita rakyat. gambar diatas ini merupakan penggalan cerita dari calonarang
namun banyak juga yang mengambil cerita dari mahabharata dan ramayana
ini menceritakan kemarahan bima terhadap pembakaran rumah kardus (sok tau nyeet.. wkwk)
Penampakan hanoman sewaktu datang menyelamatkan dewi shinta
nah klo ini penampakan peperangan hanuman melawan kumbakarna. disini berhubung kumbakarna ini merupakan kesatria paling sakti, adeknya rahwana juga, hanuman ini maen kroyokan dibantu ama prajurit keranya.
Adapun beberapa anonymous ogoh-ogoh yang merupakan simbol ato representasi dewa-dewi
ada pula ogoh-ogoh yang bener-bener merepresentasikan buta kala, ato wujud setan bali yang sesungguhnya







tapi bukan orang bali namanya klo nggak kreatif, ada ogoh-ogoh yang justru merepresentasikan kebiasaan sehari-hari manusia

buta kala yang lagi kebut-kebutan dengan motor matic

ada pula yang lagi maen drum
sebenernya klo mau pelan-pelan hari ini, bisa banyak sekali ogoh-ogoh sepanjang jalan raya kuta-denpasar-singaraja. namun sepanjang jalan, banyak masyakat hindu yang mecaru tingkat desa, membuat macet dan sesak dimana-mana. dan ogoh-ogoh sendiri yang sudah dipajang dipinggir jalan juga memakan badan jalan membuat jalanan makin sempit. oleh karena itu, berdasarkan pengalaman pribadi, mending hindari keluar rumah pada saat sehari sebelum nyepi, ribet deh.
sekian dan terimakasih
tapi bukan orang bali namanya klo nggak kreatif, ada ogoh-ogoh yang justru merepresentasikan kebiasaan sehari-hari manusia
buta kala yang lagi kebut-kebutan dengan motor matic
ada pula yang lagi maen drum
sebenernya klo mau pelan-pelan hari ini, bisa banyak sekali ogoh-ogoh sepanjang jalan raya kuta-denpasar-singaraja. namun sepanjang jalan, banyak masyakat hindu yang mecaru tingkat desa, membuat macet dan sesak dimana-mana. dan ogoh-ogoh sendiri yang sudah dipajang dipinggir jalan juga memakan badan jalan membuat jalanan makin sempit. oleh karena itu, berdasarkan pengalaman pribadi, mending hindari keluar rumah pada saat sehari sebelum nyepi, ribet deh.
sekian dan terimakasih